News Update :
Home » » Nasehat Kuno VS Nasehat Modern

Nasehat Kuno VS Nasehat Modern

Tentu kita sebagai anak sering kali dinasehati oleh orang tua kita sendiri, dan berbagai masukan kita dapatkan dari mereka semua itu demi kebaikan diri kita sendiri. semua orang tua mengharapkan kebaikan dari kita, salah satu cara yang merekan tunjukan adalah dengan menasihati kita dan mengarahkan kita untuk menjadi seperti apa yang diimpikan. akan tetapi apabila kita hidup di jaman sekarang ini, di tahun 2016 an, yang masih ada memiliki orang tua yang dulunya tidak sekolah atau berpendidikan rendah, terkadang apa yang diinginkan atau diarahkan oleh orang tua kita sering menjadi perdebatan di dalam diri kita sendiri, dikarenakan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. atau bahkan sangat bertentangan dengan jalan fikiran kita yang sebagai anak yang telah di sekolahkan hingga setinggi ini.
untuk itu, bagaimana kita sebagai anak menyikapi hal seperti ini dalalam kehidupan rumah pribadi, dengan dasar bahwa kita juga harus atau wajib mentaati orang tua kita.
memang tidak salah dengan jalan fikiran yang berbeda, akan tetapi alangkah baiknya jika sebagai anak yang berpendidikan kita bersikap seperti anak yang memang telah terdidik, jangan uragan atau sombong atau sok pintar didepan orang tua kita sehingga seakan-akan kita bukan anak yang terdidik. untuk itu tetaplah kita harus menjaga perasaan orang tua kita.
Lalu bagaimana yang harus kita lakukan??
JIka anda memang diberi perintah oleh orang tua, maka sebaiknya langsung kita kerjakan, tetapi jika tidak sesuai dengan hati kita maka sebaiknya kita beri tahu dengan baik-baik. dan jika orang tua kita bersikeras maka lakukan dengan hati yang iklas.
untuk itu kewajiban kitalah sebagai anak yang terdidik menunjukan sikap bakti kita sebagai anak yang menurut apa kata orang tua.
Setelah kita di sekolahkan hingga tinggi, tidak jarang orang tua selalu mengajarkan uantuk anaknya bisa bekerja di perusahaan dengan jabatan yang tinggi, apalagi menjadi seorang PNS, merupakan impian orang tua kita di kebanyakan orang.
lalu bagaimana jika impian kita berbeda dengan orang tua kita? apakah kita harus mengorbankan apa yang telah kita impikan?
tetunya tidak, akan tetapi kita patutnya membrikan penjelasan mengapa kita memilih jalan yang berbeda. banayak diantara kita keinginan orang tua kita yang terlihat Konyol, seperti orang tua kita mengharapkan menjadi petani saja, supir saja, atau tukang kayu saja. Tetapi jangan anggap remeh pekerjaan ini, tentunya kitalah yang membalik kejadian ini menjadi sebuah perusahaan yang besar.
Contoh:
Jika orang tua kita mengharapkan kota menjadi petani saja, maka hal yang perlu kita lakukan adalah menjadi seorang petani yang besar, dan bisa memperkerjakan banyak orang, inilah motivasi yang benar, disisi lain kita menuruti orang tua, disisi lain kita mencapai kesuksesan.
Jika orang tua mengharapkan menjadi supir, maka kita lah yang berusaha untuk menciptakan peluang usaha untuk memperkerjakan orang lain, seperti kita membangun perusahaan travel, dll.
Jika orang tua ingin kita menjadi pedagang, maka jadilah Bos pedagang yang besar.
hal ini akan menyenangkan orang tua kita yang menjadikan impianya.

karena biar bagaimanapun keadaanya orang tua kita adalah yang paling berjasa membesarkan kita hingga berpendidikan yang tinggi.
jadi Sayangilah orang tua kita, doakan selalu, gapailah yang menjadi impianya....


Narno24
Semoga Anda Semua Sukses

Bagikan Artikel ini... :

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan anda di blog ini.
Silahkan tinggalkan komentar anda dengan bijak dan sopan. semua komentar anda diluar tanggung jawab kami, dan kami harap jangan membuat spam di komentar.
dan jangn lupa untuk dibagikan ya...

 
Copyright © 2011. Narno24 . All Rights Reserved.
Design Template by Narno24 | Support by creating website